Links
Sitemap
 
Jumat, 30 Juli 2010 
 
Halaman Muka | Apa Itu Lifespring | Pelayanan Kami | Mengapa Lifespring | Aktivitas | Artikel | Merchandise | Kontribusi | Bursa Kerja | Kode Etik | FAQ | Kontak

   ARTIKEL

HASIL KARYA KLIEN: ISI HATIKU
Konseling Kristen dan Konseling Sekuler
Para konselor, hamba Tuhan, klien, breakthru mission
Dua Orang Berbeda, Tetapi Satu
Mengobarkan Kasih Dalam Pernikahan
Bagaimana Menjelaskan Kematian Pada Anak
True Love
Pernikahan: Gambaran Hubungan Manusia dengan Tuhan
Dibentuk dalam Pernikahan
Menangani Konflik Dalam Hubungan Anda
Spending Time with Their Peer
Anak yang Dipercepat
Faith Journey Pada Remaja
Perlunya Bicara tentang Kematian pada Anak
Menghargai Anak
Mempersiapkan Anak Masuk Sekolah

   PENCARIAN

HASIL KARYA KLIEN: ISI HATIKU

Betapa menderitanya hidup saya saat ini..., yang saya rasakan saat ini sepertinya penderitaan ini terus menerus berdatangan, sehingga membuat hidup saya tidak berdaya.  Banyak orang yang tidak mengerti apa arti penderitaan yang pernah dialami oleh setiap orang. penderitaan bisa membuat setiap orang untuk mengambil jalan pintas dengan cara apapun. mungkin ada orang yang berpikir: "buat apa saya hidup kalo menderita, lebih baik saya mati saja..." sebenarnya saya tau bahwa di dalam penderitaan itu pasti ada jalan keluar. Namun apa jalan keluarnya? Seharusnya kita berserah kepada TUhan, berdoa kepada Tuhan, menyerahkan setiap penderitaan kita ke dalam tangan Tuhan. Lagipula, belum tentu jika kita mati penderitaan itu akan hilang.. Justru kita akan semakin menderita, dan tersiksa di neraka.

Seorang teman pernah bercerita kepada saya, bahwa kita harus bersabar dalam penderitaan, kadang-kadang Tuhan mau menguji kesabaran hati kita.. apakah kita orang yang dabar atau tidak...

Sebenarnya penderitaan itu bisa kita buat hilang dengan cara bersukacita, menyanyi, dan memuji serta menyembah Tuhan, maka saya yakin, Ia akan mengangkat perlahan-lahan penderitaan kita. Itu yang harusnya kita percayai. Namun, ternyata tidak semudah itu, saya akan menceritakan apa yang saya alami saat-saat ini. Rasanya sungguh-sungguh berat sekali, sakit sekali, dan rasanya orang lain tidak merasakan seperti saya merasakan ini.

Dulu waktu mama belum mengenal Yesus sedangkan saya sudah mengenal Yesus secara pribadi, saya sempat mengalami sakit. Meskipun tidak parah, mama saya bawa saya ke dukun. Disaat saya dibawa mama ke dukun saya merasakan keadaan saya semakin parah, hingga hari ini. saya dikasih minum air yang dimantrai dan saya harus minum sebanyak 50 botol. Lalu dukun tersebut meminta foto saya, juga uang untuk dibelikan apel, jeruk, dan makanan lain-lain untuk jin; dan mama saya melakukan apa yang dukun tersebut minta. Saya rasa mama saya saat itu dalam pengaruh si dukun. Saya pada saat itu sudah tau bahwa dukun ini telah merencanakan sesuatu yang jahat. Pada akhirnya saya bilang ke mama kalau saya nggak mau lagi ke dukun itu, dan betul saja pada saat malam tiba, saya sedang berdoa kepada Tuhan. Tiba-tiba Dukun itu muncul dan merobek Alkitab, serta melarang saya pergi ke gereja.

Setelah itu, saya pindah ke rumah adik perempuan papa (saya panggil dia kukuh). Namun setiap malam saya tetap mengalami sesuatu yang sangat tidak nyaman. Saya pernah diberikan kalung, dan saya merasakan setiap malam kalung tersebut mencekik saya dengan kencang, dan badan saya rasanya seperti ditusuk-tusuk. Sakit sekali... Banyak hamba Tuhan mendoakan saya, dan waktu itu saya merasa saya tidak tahan, khususnya saat menahan rasa sakit, saya pernah ingin meminum baygon dan mengakhiri hidup. Bayangkan saja, sydah dua tahun saya mengalami hal tersebut.

Dan betapa sakitnya hati saya, ketika suatu waktu seorang hamba Tuhan datang ke rumah kami untuk mendoakan saya. Saat itu saya menceritakan apa yang saya alami, tapi dia tidak percaya sama sekali. Hati saya rasanya sakit sekali saat itu, Saya pernah marah kepada Tuhan, kenapa Tuhan mengirimkan hamba Tuhan yang seperti itu. Rasanya saya ingin marah, dan berkata kepada hamba Tuhan itu: "Bu, seandainya ibu mengalami apa yang saya sedang alami sekarang, dan saya yang datang untuk mendoakan ibu, dan ibu juga bersedia menceritakan kepada saya segala permasalah dan beban ibu, tapi saya hanya mengatakan..: "ah itu hanya pikiran ibu saja.." bagaimanakah perasaan ibu? saya yakin ibu pasti marah, kecewa dan tentunya sakit hati.. !!"

Jujur saja saya 6 bulan tidak bisa tidur dengan enak, lalu selama 6 bulan pula saya harus pakai sandal dimanapun saya berada, karena nggak berani menginjak lantai, rasanya sakit sekali. Apa ini bukan penderitaan? Apa ada orang lain yang bisa dan mau merasakan keadaan serta perasaan saya? Saya berusaha untuk memendam semuanya, tapi sulit sekali untuk menyimpan penderitaan ini seorang diri. Rasanya sakit sekali jika perasaan ini terus menerus ada di dalam hati saya, tapi di sisi lain, sulit sekali rasanya jika saya cerita, tapi tidak ada satu orang un yang percaya, termasuk hamba Tuhan itu. Satu hal yang paling saya benci, dan tidak saya sukai dari hamba Tuhan yang tidak percaya dengan saya, dan yang sok tahu.. itu saja ! 

Maka itu, saya memilih untuk memendam, diam, dan tidak usah sharing, sehingga sampai saat ini saya merasakan sakit yang luar biasa. Saya tau ada satu hal yang belum bisa saya lakukan, yaitu Mengampuni. Berat sekali rasanya untuk mengampuni orang yang sudah begitu melukai hati saya. Bahkan saya sudah pernah mengikuti pemulihan luka batin / hati, tapi dendam sekali rasanya dengan orang itu. Saya pernah di doakan untuk mengampuni orang tersebut, tapi saya gak mau dan gak rela rasanya. Tetapi sesudah pulang dari pemulihan itu, saya SMS teman saya, dan ketika saya lagi SMS tiba-tiba saya melihat sebuah cahaya terang yang datang ke hadapan saya, begitu silau sehingga saya tidak kuat melihat cahaya itu. Saya melihat sebuah sosok yang mukanya begitu bersinar. Tiba-tiba saja saya mengetahui bahwa ia memandang saya dan terdengarlah suara di dalam batinku: "AnakKu, mengapa engkau belum bisa mengampuni orang lain yang sudah membuatmu kecewa..." Saya langsung merenungkan kata-kata tersebut, dan saya berpikir: oh iya ya kenapa rasanya berat untuk mengampuni seseorang...

Hari itu saya bertekad, dan akhirnya saya doa meminta Roh Kudus untuk menuntun, menjamah hati saya agar saya bisa mengampuni. Ternyata setelah saya berdoa seperti itu, tiba-tiba kemarahan, dendam itu mulai hilang. 100 %.

Percayakan masalah kita, penderitaan kita dan serahkan semuanya kepada Tuhan. Yesus tidak pernah membiarkan kita bergumul sendirian.

Yesus, ku kagum padaMu.

Engkau Allah yang dahsyat

Engkau Allah yang berkuasa

Engkau Yesus penyembuh

I Love jesus

Thank You Jesus.

                                                                                                                               by: /R

Catatan Konselor:

Kadang-kadang beban hidup itu begitu keras menghimpit bahkan ketika di usia kita masih muda, ada hal-hal yang begitu sulit untuk dijalankan seorang diri, bahkan orang yang kita anggap tepat justru bisa mengecewakan dan melukai perasaan kita,  sehingga kita seringkali tidak ingin bertahan dan menyerah kepada keadaan kita. Namun heran, justru dalam keadaan seperti itu, saat kita memutuskan untuk keluar dari masalah ini, dan mencari pertolongan yang terbaik, Tuhan adalah Allah yang selalu menyediakan jalan bagi setiap kita.

R adalah seorang klien kami, yang merasakan perubahan hidup melalui jamahan Tuhan, dan pelayanan konseling. Namun bukan suatu hal yang mudah, kita bisa mengalami terobosan dalam hidup, dan perubahan itu permanen. Tapi satu hal yang pasti setiap usaha kita tidak akan pernah berakhir sia-sia. Tuhan adalah Allah yang setia yang tanganNya selalu terbuka untuk menolong orang-orang yang berseru kepadaNYA.

Matius 7:7-8

"Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan."

 MC

 
Konsultasi
 Copyright © 2007-2009 Lifespring. All Rights Reserved. Developed by Proweb